Dalam hamparan luas alam semesta yang tampak tak berujung, manusia terus menemukan kejutan yang menantang pemahaman kita tentang struktur kosmik terbesar. Baru-baru ini, para astronom internasional melaporkan penemuan salah satu struktur berputar terbesar yang pernah diamati — sebuah filamen kosmik raksasa yang memutar galaksi, gas, dan materi gelap dalam tarian perlahan yang menakjubkan. Penemuan ini bukan sekadar penemuan objek besar; ini membuka jendela baru dalam cara kita memahami bagaimana galaksi terbentuk, berinteraksi, dan dipengaruhi oleh lingkungan kosmiknya.
Jejak Raksasa di Jaringan Kosmik
Struktur yang dimaksud bukanlah galaksi atau gugus galaksi biasa — melainkan bagian dari jaringan kosmik (cosmic web), kerangka besar yang terdiri dari benang-benang panjang galaksi dan materi gelap yang membentang sejauh puluhan juta tahun cahaya. Filamen ini ditemukan berada sekitar 140 juta tahun cahaya dari Bumi, jauh di luar galaksi kita, tetapi cukup dekat dalam skala kosmik untuk dipelajari secara detail oleh teleskop modern.
Filamen itu sendiri tampak seperti tali kosmik yang sangat panjang: panjangnya diperkirakan mencapai 50 juta tahun cahaya, membuatnya sekitar 500 kali lebih panjang dari diameter Bima Sakti. Di dalamnya terdapat hampir 300 galaksi, bersama dengan gas dan yang tak kasat mata — materi gelap — yang diperkirakan menyumbang sebagian besar massa struktur ini.
Mengapa Strukturnya Berputar?
Yang membuat temuan ini begitu luar biasa adalah adanya rotasi sekuler pada skala besar — sebuah fenomena yang dulu hanya dipikirkan dalam simulasi komputer, tetapi kini benar-benar terlihat. Para astronom menemukan bahwa galaksi-galaksi di dalam filamen bergerak sedemikian rupa sehingga seluruh struktur tampak berputar layaknya roda raksasa. Galaksi-galaksi di satu sisi bergerak ke arah yang berlawanan dari sisi lainnya, menunjukkan gerakan rotasi kolektif. Ini bukan hanya rotasi individual galaksi di mana bintang-bintang berputar di sekitar pusat galaksi mereka; seluruh filamen kosmik tampaknya memiliki momentum putar sendiri.
Rotasi itu terukur dengan kecepatan sekitar 110 kilometer per detik (sekitar 396.000 km/jam), sebuah angka yang menakjubkan mengingat ukurannya yang sangat besar. Untuk memberi gambaran: struktur ini jauh lebih besar dari sistem tata surya atau galaksi individu; ini adalah fenomena yang terjadi di antara ratusan ribu galaksi — skala yang hampir sulit dibayangkan oleh pikiran manusia.
Bagaimana Para Peneliti Menemukannya?
Penemuan ini hasil kerja keras kolaborasi astronom internasional yang dipimpin oleh para peneliti dari University of Oxford, bersama rekan di beberapa institusi lain. Mereka memanfaatkan beberapa teknologi observasi paling canggih saat ini, termasuk teleskop radio MeerKAT di Afrika Selatan, sebuah jaringan antena yang sangat sensitif terhadap gelombang radio dari gas hidrogen netral di luar angkasa — sumber sinyal kunci yang digunakan untuk melacak gerak dan rotasi struktur yang jauh ini.
Observasi ini juga dipadukan dengan data optik dari instrumen lain seperti Dark Energy Spectroscopic Instrument (DESI) dan Sloan Digital Sky Survey (SDSS) untuk menangkap gerak galaksi dalam filamen serta arah putaran mereka. Kombinasi data radio dan optik ini memungkinkan para peneliti melihat dengan jelas bahwa tidak hanya galaksi berputar, tetapi struktur filamen itu sendiri menunjukkan momentum putar terpadu.
Bukan Sekadar “Gulung Kosmik”
Penelitian ini mengungkap sesuatu yang lebih dari sekadar struktur besar yang berputar. Filamen-filamen kosmik seperti ini sering digambarkan sebagai “jalan raya materi” di alam semesta — saluran raksasa yang menyalurkan gas, materi gelap, dan momentum ke galaksi-galaksi yang lebih kecil. Mereka memainkan peran krusial dalam evolusi galaksi dari waktu ke waktu.
Dalam kasus filamen berputar ini, para ilmuwan yakin bahwa rotasinya bukan sekadar kebetulan semata, tetapi bisa mencerminkan proses evolusi kosmik yang mendalam. Para galaksi dalam filamen tampak memiliki orientasi rotasi yang serupa dengan arah rotasi filamen itu sendiri — sebuah pola yang sulit dijelaskan tanpa menyertakan pengaruh lingkungan kosmik yang besar. Ini menandakan bahwa struktur kosmik yang lebih besar bisa memengaruhi cara galaksi memperoleh rotasi dan materinya, suatu ide yang semakin menarik para peneliti.
Tantangan bagi Teori Kosmologi
Temuan ini juga memicu diskusi intens di komunitas ilmiah tentang bagaimana struktur besar semacam ini terbentuk dan berkembang. Menurut model kosmologi yang berlaku saat ini, galaksi mendapat momentum putar mereka sebagian dari proses akresi gas dan interaksi gravitasi dengan galaksi tetangga. Namun, bahwa seluruh filamen besar bisa menunjukkan momentum putar koheren belum sepenuhnya diprediksi oleh teori klasik.
Beberapa astronom mengatakan ini bisa menjadi petunjuk bahwa teori pembentukan struktur besar — termasuk bagaimana materi gelap dan energi gelap memengaruhi evolusi kosmos — perlu ditinjau kembali dengan memperhitungkan fenomena yang baru diamati ini. Selain itu, ini menunjukkan bahwa alam semesta yang kita lihat jauh lebih dinamis dan terjalin erat daripada yang dibayangkan sebelumnya, terutama pada skala yang luar biasa luas.
Perspektif Baru di Era Observasi Modern
Penemuan filamen berputar ini menunjukkan kekuatan teleskop modern dan survei langit yang mendalam. Seiring kemajuan teknologi observasi — seperti apa yang ditawarkan oleh teleskop radio MeerKAT, dan juga teleskop-teleskop optik generasi baru seperti Vera C. Rubin Observatory yang akan datang — astronom mampu membuat peta gerakan materi di alam semesta dengan detail yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Penemuan ini bukanlah akhir dari pencarian. Ada kemungkinan bahwa struktur serupa yang lebih besar dan lebih kompleks menunggu untuk ditemukan. Para ilmuwan yakin bahwa dengan data yang lebih luas dari survei langit mendatang, kita akan menemukan lebih banyak struktur kosmik berputar yang mampu menjawab pertanyaan mendasar tentang asal-usul galaksi, serta menguji prediksi teori kosmologi modern.
Apa yang kita lihat hari ini, dengan filamen berputar 50 juta tahun cahaya tersebut, hanyalah satu potongan dari jaringan kosmik yang lebih besar — suatu jaringan yang memetakan ruang, waktu, dan energi dalam tarian kosmik yang tak terbayangkan. Dan setiap kali kita menangkap gerakan halus dari benang kosmik itu, kita semakin dekat memahami cerita megah alam semesta ini.
Daftar Referens
Oxford University astronomers report on rotating cosmic filament discovery. Universitas Oxford
Scientists discover enormous spinning filament in cosmic web ~50 million light-years long. Space
Filamen besar berputar yang memetakan hampir 300 galaksi. GameReactor Asia
Rotasi filamen kosmik diukur dengan kecepatan ~110 km/s. Earth.com
Data gabungan MeerKAT, DESI, dan SDSS membantu deteksi rotasi. University of Cambridge
Penemuan ini dapat menantang model pembentukan galaksi dan struktur besar. IFLScience
Peran observatorium modern seperti Vera C. Rubin Observatory dalam pemetaan kosmos. WIRED
