MOTE : Chip Otak Super Mini Berhasil Memantau Neuron Secara Nirkabel Selama Setahun

Di sebuah laboratorium kecil di Cornell University, para peneliti seperti tengah menciptakan sesuatu yang selama ini hanya hidup dalam cerita fiksi ilmiah: sebuah perangkat mikro yang nyaris tak terlihat, sekecil butiran garam meja, namun memiliki kemampuan mengikuti denyut listrik otak secara real time. Perangkat itu bernama MOTE — microscale optoelectronic tetherless electrode — sebuah implan neural nirkabel paling kecil yang pernah dibuat manusia. Ia dapat memantau aktivitas neuron secara terus-menerus dan mengirimkan data keluar dari otak tanpa kabel, tanpa baterai, cukup dengan memanfaatkan cahaya.


Kelahiran MOTE menandai sebuah lompatan besar dalam upaya memahami otak manusia. Selama puluhan tahun, para ilmuwan mencoba membuat jembatan antara dunia biologis di dalam tengkorak dengan dunia digital yang berada di luar tubuh. Upaya itu tidak pernah mudah: otak adalah organ paling lembut dan paling mudah terganggu. Setiap benda asing yang terlalu besar bisa menyebabkan iritasi, peradangan, hingga kerusakan jangka panjang. Karena itulah teknologi implan selama ini selalu terbentur persoalan ukuran, daya, dan stabilitas.

Namun di November 2025, para peneliti Cornell membuat pernyataan yang terdengar luar biasa: “Kami berhasil membuat implan neural sekecil butiran garam yang dapat bekerja selama bertahun-tahun tanpa merusak otak.” Publikasi itu menggema di berbagai media sains internasional—dari Cornell Chronicle hingga Discover Magazine—dan langsung disambut sebagai salah satu pencapaian paling menjanjikan di dunia neuroteknologi modern.

Ukuran yang Terlalu Kecil untuk Mengganggu, Namun Terlalu Canggih untuk Diabaikan

Untuk memahami betapa kecilnya MOTE, bayangkan sebutir garam dapur, lalu bagi lagi setengahnya. Itulah kira-kira ukuran MOTE: panjang sekitar 300 mikrometer dan lebar 70 mikrometer, nyaris tak terlihat oleh mata manusia. Meski begitu, di dalam kepingan kecil itu tertanam sistem mikroelektronika lengkap: rangkaian perekam sinyal saraf, diode semi-konduktor, dan pemancar optik.

Ukuran ekstrem inilah yang membuatnya begitu aman. Berbeda dengan elektroda konvensional yang bisa menyebabkan jaringan otak bergeser atau terluka, MOTE justru “menghilang” di antara neuron. Jaringan otak tidak menolaknya, tidak membentuk jaringan parut, dan yang paling mengejutkan—tidak mengubah perilaku hewan yang diimplan.

Para peneliti mengujinya pada tikus. MOTE disisipkan ke bagian barrel cortex, area di otak tikus yang bertugas memproses informasi sensorik dari kumis. Selama lebih dari setahun, perangkat itu tetap berada di posisi awal dan terus merekam aktivitas neuron tanpa gangguan. Tikus bergerak normal, makan normal, tidur normal—seolah-olah tidak pernah ada perangkat elektronik tertanam di otaknya.

Rahasia Kekuatan MOTE: Energi dari Cahaya, Transmisi Data dari Cahaya

Salah satu keajaiban MOTE adalah bagaimana ia mendapat energi dan bagaimana ia berkomunikasi. Perangkat ini tidak membutuhkan kabel daya, tidak membutuhkan baterai yang harus diganti, dan tidak berisiko panas karena arus listrik.

Sebaliknya, MOTE hidup sepenuhnya dari cahaya.

Cahaya laser merah dan inframerah ditembakkan dari luar tengkorak, menembus kulit, tulang, dan jaringan otak tanpa merusaknya. Di dalam cip kecil itu terdapat bahan semikonduktor bernama aluminium gallium arsenide. Ketika bahan ini terkena cahaya, ia menghasilkan energi listrik kecil yang cukup untuk menghidupkan sirkuit dalam MOTE.

Begitu aktif, MOTE mulai merekam sinyal listrik dari neuron di sekitarnya. Data itu lalu dikodekan dalam bentuk cahaya inframerah yang berkedip-kedip cepat—mirip sistem komunikasi satelit—dengan teknik bernama pulse position modulation. Cahaya inframerah itu keluar dari otak dan ditangkap oleh detektor eksternal yang kemudian menerjemahkannya menjadi grafik sinyal neuron.

Tidak ada kabel. Tidak ada panas berlebih. Tidak ada baterai. Hanya cahaya yang masuk, dan cahaya yang keluar.

Teknologi ini membuat MOTE benar-benar “tetherless”—tanpa ikatan fisik apa pun pada tubuh penggunanya.

Uji Coba pada Tikus: Sehat, Aktif, dan Otaknya Berfungsi Normal

Dalam dunia implan otak, pengujian jangka panjang adalah kunci. Banyak teknologi sebelumnya mampu bekerja selama beberapa hari atau minggu, tetapi gagal dalam hitungan bulan karena tubuh menolaknya atau perangkat itu rusak.

MOTE justru menunjukkan ketahanan yang mengejutkan.

Selama lebih dari 12 bulan, perangkat ini:

  • tetap berada di posisi awal,
  • terus menghasilkan sinyal yang stabil,
  • tidak memicu peradangan,
  • tidak mengganggu aktivitas harian tikus.

Lebih mengagumkan lagi, tikus-tikus itu terus menghasilkan data “spike” neuron yang tajam—loncatan listrik kecil yang merupakan dasar komunikasi antar-neuron. Ini berarti perangkat tersebut tidak hanya bertahan, tetapi juga bekerja dengan kualitas yang sama sejak hari pertama.

Mengapa Ukuran Menentukan Masa Depan Neuroteknologi

Ukuran minimal adalah faktor penentu keberhasilan MOTE. Dalam jaringan otak, setiap milimeter ruang itu penting. Benda asing besar akan membebani jaringan, menyebabkan sel-sel otak di sekitar mati atau terdesak.

Implan konvensional sering kali memiliki kabel atau serat optik yang tebal. Selama hewan atau manusia bergerak, kabel itu bisa menarik jaringan otak, menyebabkan luka mikro, pergeseran posisi implan, bahkan kerusakan jangka panjang. MOTE menghapus seluruh masalah ini.

Dengan ukurannya yang ekstrem, MOTE:

  • mengurangi trauma jaringan hampir ke titik nol,
  • mengurangi risiko penolakan imun,
  • menjadi stabil untuk pemantauan jangka panjang,
  • membuka peluang untuk implan ganda dalam jumlah besar.

Dalam jangka panjang, ini berarti kita bisa memetakan aktivitas otak secara lebih detail dengan implan ganda yang bekerja seperti jaringan sensor mini—sebuah langkah besar menuju peta aktivitas otak resolusi tinggi yang selama ini menjadi impian penelitian neurologi.

Dampak untuk Ilmu Saraf, Medis, dan Brain-Computer Interface

Walau perangkat ini baru diuji pada hewan, potensi aplikasinya pada manusia sangat besar. Bila bisa diterapkan secara aman, MOTE dapat:

1. Melacak Penyakit Otak Secara Real-Time

Gangguan seperti epilepsi, Parkinson, atau penyakit Alzheimer membutuhkan pemantauan jangka panjang. Dengan implan sekecil MOTE, dokter dapat memonitor aktivitas saraf pasien tanpa harus melakukan operasi ulang.

2. Meningkatkan Teknologi Brain-Computer Interface

Chip kecil ini bisa menjadi fondasi BCI generasi baru yang tidak invasif. Bayangkan seseorang dapat menggerakkan lengan robot, mengetik, atau berkomunikasi hanya dengan sinyal otaknya—tanpa perangkat besar yang memakan ruang.

3. Memahami Neuroplastisitas dengan Presisi Baru

Peneliti bisa mengamati bagaimana otak berubah saat belajar, trauma, atau proses pemulihan—selama bertahun-tahun tanpa gangguan.

4. Memonitor Organ Lain Selain Otak

Karena sistem ini hanya bergantung pada cahaya, ia dapat diadaptasi untuk saraf tulang belakang, organ sensorik, atau jaringan dalam lainnya.

Tantangan Etika: Privasi Pikiran Manusia

Meski teknologinya menakjubkan, perkembangan seperti ini selalu membawa pertanyaan etis besar. Jika suatu hari implan ini dipakai pada manusia, siapa yang berhak mengakses data otak seseorang?

Apakah data aktivitas neuron harus dilindungi seperti data biometrik atau lebih ketat lagi—karena ia adalah bagian terdalam privasi manusia?

Teknologi brain-computer interface telah lama menjadi subjek debat: apakah kita siap hidup di dunia di mana aktivitas otak dapat dibaca dan diterjemahkan menjadi informasi digital? Bagaimana mencegah penyalahgunaan? Bagaimana menjaga hak privasi setiap individu?

MOTE mungkin bukan perangkat yang bisa “membaca pikiran” dalam arti sesungguhnya. Namun ia adalah salah satu langkah kecil menuju masa depan di mana batas antara tubuh dan mesin semakin kabur.

Kesimpulan: Ketika Fiksi Ilmiah Menjadi Kenyataan Ilmiah

Teknologi MOTE adalah tonggak penting dalam memahami otak. Sebuah implan mikro, sekecil butiran garam, yang hidup dari cahaya dan mengirim data lewat cahaya. Ia hadir sebagai solusi elegan untuk tantangan besar teknologi neuro: ukuran, daya, stabilitas, dan keamanan.

Dengan kemampuan merekam aktivitas otak selama bertahun-tahun, implan semacam ini dapat mengubah masa depan neurologi, kedokteran, bahkan cara manusia berinteraksi dengan teknologi. Namun, seperti semua inovasi radikal, ia juga membawa tanggung jawab etis yang sama besarnya.

Mungkin inilah saat ketika fiksi ilmiah perlahan berubah menjadi realitas ilmiah. Mungkin di masa depan, perangkat seperti MOTE akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari—membantu orang yang lumpuh menggerakkan anggota tubuh, membantu dokter memahami penyakit otak, atau bahkan membuka pintu komunikasi baru antara manusia dan mesin.

Dan perjalanan itu dimulai dari sebuah cip kecil, tak lebih besar dari sebutir garam, yang kini hidup dan bekerja di dalam otak.

Daftar Referensi :

Cornell Chronicle. Neural implant smaller than a grain of salt wirelessly tracks brain activity. 3 November 2025. https://news.cornell.edu/stories/2025/11/neural-implant-smaller-salt-grain-wirelessly-tracks-brain

Discover Magazine. Brain Microchip Smaller Than a Grain of Salt Sends Data Using Lasers and Satellites. 2025. https://www.discovermagazine.com/brain-microchip-smaller-than-a-grain-of-salt-sends-data-using-lasers-and-satellites-4822

EurekAlert. Wireless microchip monitors brain signals with laser power. 2025 : https://www.eurekalert.org/news-releases/1104425

Popular Science. The smallest brain implant ever can record and transmit neural activity. 2025. https://www.popsci.com/health/smallest-brain-implant

MedicalXpress. Tiny neural implant powered by light enables long-term brain monitoring. 2025. https://medicalxpress.com/news/2025-11-neural-implant-smaller-grain-salt.html

Previous Post Next Post