Ketika para astronom memelototi langit jauh di luar galaksi kita, mereka jarang menyaksikan sesuatu yang benar-benar tak terduga. Namun baru-baru ini, sebuah bintang neutron yang berjarak jutaan tahun cahaya memperlihatkan lonjakan cahaya yang begitu dramatis hingga membuat para ilmuwan tercengang. Dari keadaan yang hampir meredup, objek kosmik ini tiba-tiba menjadi lebih dari 100 kali lebih terang dalam sinar-X dalam periode beberapa tahun — sebuah fenomena yang belum sepenuhnya dipahami dan membuka jendela baru pemahaman tentang bagaimana bintang ekstrem ini “makan” materi di sekelilingnya.
Fenomena luar biasa ini terjadi pada sebuah bintang neutron yang dikenal sebagai NGC 7793 P13 (sering disingkat P13), sebuah objek yang terletak di luar galaksi spiral NGC 7793, sekitar 10 juta tahun cahaya dari Bumi. Bintang neutron sendiri adalah inti sisa dari bintang raksasa yang meledak sebagai supernova, menyisakan objek super padat dengan massa lebih besar dari Matahari namun ukuran hanya sekitar beberapa puluh kilometer saja. Dalam bentuknya yang ekstrem itu, gravitasi dan medan magnet P13 sangat kuat — sehingga setiap gas yang jatuh ke permukaannya dilepaskan kembali sebagai radiasi sinar-X intens.
Kebangkitan Kembali Setelah “Tidur” Gelap
Sebelum lonjakan cahaya ini terjadi, P13 sempat berada dalam fase redup selama beberapa tahun. Namun sejak sekitar 2022, para ilmuwan mulai mencatat bahwa bintang neutron tersebut kembali memancarkan sinar-X yang semakin kuat. Data yang dihimpun dari berbagai teleskop sinar-X — termasuk XMM-Newton, Chandra, NuSTAR, dan NICER — menunjukkan bahwa intensitas sinar-X meningkat secara dramatis, mencapai puncaknya pada 2024 dengan kecerahan lebih dari 100 kali lipat dibandingkan fase redup sebelumnya.
Fenomena itu bukan hanya fenomena visual — perubahan ini memberikan petunjuk penting tentang apa yang terjadi di lingkungan ekstrem sekitar bintang neutron. Ketika materi dari cakram akresi (yakni gas dan debu yang mengelilingi bintang neutron) jatuh ke arah bintang, gaya gravitasi kolosalnya menarik material tersebut dengan kecepatan tinggi. Proses jatuhnya materi ini disebut supercritical accretion — sebuah fenomena di mana sejumlah besar gas dan debu “tertelan” oleh objek kompak ini dalam tempo yang sangat cepat, menghasilkan pancaran sinar-X yang sangat kuat.
Menghubungkan Cahaya dan Putaran
Palah satu hal yang membuat lonjakan P13 begitu menarik adalah hubungan antara kecerahan sinar-X dan kecepatan putaran bintang neutron itu sendiri. Seperti tali pusar yang tak terlihat, medan magnet bintang neutron membimbing materi yang jatuh ke kutub magnetiknya, membentuk “kolom akresi” tinggi yang memancarkan sinar-X intens ketika materi itu tiba di permukaan. Ketika gas menambah momentum ke bintang, itu juga memengaruhi periode rotasi P13, yakni seberapa cepat ia berputar.
Sebelumnya, penelitian menunjukkan bahwa P13 memiliki periode rotasi sekitar 0,4 detik — artinya, ia berputar lebih dari dua kali setiap detik. Apa yang mengejutkan ilmuwan adalah bahwa ketika kecerahan sinar-X meningkat drastis, kecepatan putaran pun bertambah secara signifikan, menunjukkan adanya hubungan erat antara jumlah materi yang ditelan dan dinamika internal bintang. Data menunjukkan bahwa selama peningkatan kecerahan sejak 2022, laju peningkatan kecepatan putaran P13 dua kali lebih cepat dibandingkan fase sebelumnya, dan kondisi ini terus berlanjut hingga 2024.
Apa Artinya bagi Astrofisika Modern?
Lonjakan cahaya di P13 bukan sekadar fenomena visual spektakuler. Bagi para ilmuwan, ini adalah “laboratorium kosmik” yang menawarkan wawasan tentang salah satu misteri terbesar dalam astrofisika: bagaimana objek ekstrem seperti bintang neutron bisa memakan materi begitu cepat dan efisien tanpa meledak atau runtuh. Studi ini dapat membantu menjelaskan dinamika supercritical accretion — sebuah proses yang juga penting dalam memahami lubang hitam, disk akresi di sekitar galaksi aktif, dan ledakan sinar-X ultraterang (ultraluminous X-ray sources) yang ditemukan di banyak galaksi jauh.
Para peneliti berharap bahwa hubungan yang teramati antara intensitas sinar-X dan periode putaran dapat menjadi kunci untuk membongkar mekanisme supercritical accretion secara lebih mendalam. Teori saat ini masih belum memadai untuk menjelaskan bagaimana materi dapat menumpuk dan berpacu dengan tekanan radiasi yang ekstrem tanpa mendorong gas keluar kembali ke ruang angkasa. Dengan data P13 yang terus direkam dari waktu ke waktu, ilmuwan kini memiliki peluang langka untuk menguji beberapa model fisika paling ekstrem di alam semesta.
Mengapa Fenomena Ini Begitu Sulit Diprediksi?
Salah satu tantangan terbesar dalam memahami lonjakan P13 adalah sifatnya yang tidak terduga. Sementara astronom telah lama mengetahui bahwa bintang neutron dapat berubah kecerahan atau bahkan meledak sebagai supernova, perubahan drastis seperti yang terlihat pada P13 masih sangat jarang dan sulit dijelaskan dengan model standar. Pemantauan selama dekade terakhir menunjukkan bahwa bintang ini mengalami variasi kecerahan secara perlahan, namun lonjakan tiba-tiba dalam intensitas sinar-X lebih dari seratus kali dalam beberapa tahun merupakan kejadian luar biasa yang melampaui banyak prediksi.
Fenomena ini menunjukkan bahwa masih banyak hal yang belum kita pahami tentang perilaku objek ekstrem di luar sana. Sebagai contoh, bagaimana perubahan dalam kolom akresi dapat memicu percepatan putaran dan ledakan sinar-X? Apa peran medan magnet ultra-kuat dalam menstabilkan atau bahkan mengubah dinamika akresi? Pertanyaan-pertanyaan ini masih menjadi bahan penelitian aktif, dan lonjakan P13 memberikan data empiris yang sangat berharga.
Melihat Masa Depan Pengamatan Kosmik
Dengan meningkatnya kemampuan teleskop ruang angkasa dan instrumen sinar-X seperti yang digunakan dalam studi ini, astronom kini dapat memantau bintang neutron dan objek ekstrem lainnya dengan detail yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pengamatan berkelanjutan terhadap P13 juga membuka kemungkinan untuk melihat bagaimana sistem seperti ini berubah dari waktu ke waktu — mungkin bahkan menunjukkan fase baru dalam kehidupan bintang neutron itu sendiri.
Fenomena seperti lonjakan kecerahan 100 kali lipat ini bukan hanya menarik perhatian komunitas ilmiah. Ia juga menimbulkan pertanyaan besar tentang bagaimana alam semesta bekerja di bawah kondisi fisika yang paling ekstrem. Bisa jadi di balik lonjakan sinar-X itu terdapat proses yang sama fundamentalnya dengan mekanisme pembentukan bintang, evolusi galaksi, atau bahkan pembentukan unsur-unsur berat di alam semesta.
Kesimpulan: Sebuah Babak Baru dalam Studi Bintang Neutron
Bintang neutron NGC 7793 P13 yang tiba-tiba memuncak dalam kecerahan sinar-X hingga lebih dari 100 kali lipat adalah salah satu fenomena kosmik paling menakjubkan yang teramati dalam beberapa tahun terakhir. Lonjakan ini memberikan wawasan baru tentang hubungan antara materi yang jatuh ke bintang, percepatan putaran, dan struktur medan magnet ekstrem — semuanya menjadi bagian dari teka-teki besar dalam fisika astrofisika modern.
Dengan semakin banyak data yang dikumpulkan dari observatorium ruang angkasa terkemuka, para ilmuwan kini berada di ambang memahami proses yang selama ini hanya bisa mereka tebak dalam simulasi komputer atau teori abstrak. NGC 7793 P13 mungkin hanyalah salah satu dari sekian banyak bintang neutron di jagat raya, tetapi kisahnya telah membantu membuka jendela baru menuju pemahaman tentang bagaimana beberapa objek paling ekstrem di alam semesta berperilaku — sebuah cerita yang terus berlanjut di batas paling jauh dari pengetahuan manusia.
Daftar Referensi
Ehime University. A Neutron Star Suddenly Brightened by 100x and Scientists Are Stunned, SciTechDaily, 16 Desember 2025 — artikel sumber fenomena lonjakan kecerahan sinar-X pada NGC 7793 P13. SciTechDaily
SciTechDaily — tag “Neutron Star” (profil umum bintang neutron sebagai objek ekstrem di alam semesta). SciTechDaily
