Bayangkan: ruang angkasa — luas, gelap, hening — menyimpan misteri terbesar alam semesta. Di balik gemerlap bintang dan galaksi, sebagian besar massa alam semesta diyakini berasal dari sesuatu yang tak tampak, tak memancarkan cahaya, dan tak bisa dideteksi dengan teleskop biasa. Inilah Dark Matter — materi gelap — salah satu teka-teki paling mendesak dalam fisika modern.
Selama puluhan tahun, para ilmuwan mempelajari gerakan galaksi, lentur gravitasi, dan struktur besar alam semesta, menyimpulkan bahwa hanya sebagian kecil materi yang bisa kita lihat secara langsung melalui cahaya. Sisanya — sekitar 80–85% massa kosmos — tergolong “gelap”. Tetapi meskipun efeknya terasa lewat gravitasi, partikel materi gelap itu sendiri tetap luput dari observasi langsung.
Kini, sebuah tim internasional fisikawan meluncurkan jurus baru: membekukan detektor ke suhu mendekati nol mutlak untuk “mendengar” bisikan paling lembut dari materi gelap paling ringan. Hasil awal memberi sinyal: ada sesuatu yang mungkin — meskipun belum konklusif — yang bisa jadi petunjuk langsung ke keberadaan materi gelap.
Proyek penelitian bernama QROCODILE Experiment (Quantum Resolution-Optimized Cryogenic Observatory for Dark matter Incident at Low Energy) memimpin upaya ini. Diprakarsai oleh sejumlah universitas dan pusat riset — antara lain University of Zurich dan Hebrew University of Jerusalem — QROCODILE menggunakan teknologi canggih: detektor superkonduktor yang didinginkan ke suhu mendekati nol mutlak (sekitar −273,15 °C). Dengan cara itulah, detektor bisa sangat peka terhadap energi sekecil 0,11 elektron-volt — energi yang jutaan kali lebih kecil dibanding biasanya di eksperimen fisika partikel konvensional.
Selama lebih dari 400 jam pengamatan intensif, tim mencatat sejumlah sinyal yang tak bisa dijelaskan sepenuhnya — sinyal lemah di luar “suara latar” biasa dari radiasi, kosmik, atau gangguan teknis. Meski belum bisa diklaim sebagai “deteksi materi gelap”, sinyal ini memungkinkan tim menetapkan batas baru terkuat untuk bagaimana materi gelap ringan bisa berinteraksi dengan elektron atau inti atom.
Yang terasa paling menjanjikan: metode ini membuka jendela baru bagi jenis materi gelap ringan — partikel yang ribuan kali lebih ringan dibanding kandidat tradisional seperti WIMP — dan selama ini sulit dijangkau oleh eksperimen lain.
Petunjuk Awal, Tapi Bukan Bukti
Para peneliti dengan hati-hati menekankan: temuan ini masih tahap paling awal. Sinyal-sinyal itu bisa disebabkan oleh sebab lain — radiasi latar, partikel kosmik, atau fluktuasi statistik. Namun apa yang sudah dicapai jauh melampaui sensitivitas eksperimen sebelumnya; artinya, masa depan eksperimentasi materi gelap semakin terang.
Lebih jauh, QROCODILE tidak hanya mendeteksi keberadaan energi samar — dalam versi rencana berikutnya, proyek ini akan diperluas: detektor akan diperlengkapi array yang lebih besar, ditempatkan di laboratorium bawah tanah untuk mengurangi gangguan kosmik, dan ditingkatkan agar bisa menentukan arah datangnya sinyal. Mengapa arah? Karena materi gelap — jika memang ada — diharapkan memiliki preferensi arah relatif terhadap gerak Bumi melalui “halo” galaksi. Dengan kemampuan demikian, para ilmuwan bisa mulai membedakan antara “sinyal palsu” dan potensi sinyal materi gelap sejati.
Mengapa Ini Penting Bagi Kita
Penemuan semacam ini bukan cuma soal memecahkan teka-teki kosmos — mengetahui sifat materi gelap bisa mengubah cara kita memandang alam semesta: dari struktur galaksi, evolusi kosmos, hingga hukum fundamental fisika. Materi gelap menentukan cara galaksi terbentuk, bagaimana klaster galaksi berinteraksi, bahkan bagaimana alam semesta mengembang.
Jika QROCODILE — atau eksperimen serupa — akhirnya bisa “menangkap” materi gelap ringan, itu akan jadi revolusi ilmiah besar. Karena artinya kita tak cuma tahu keberadaannya melalui gravitasi, tapi bisa mendeteksinya langsung: menangkap partikel — meski halus — dan mempelajari sifatnya.
Bayangkan saja: untuk pertama kalinya manusia membawa misteri gelap semesta ke ruang laboratorium — mendengarkan bisikannya di suhu hampir mutlak. Sama seperti menyalakan senter kecil di lorong gelap yang tak pernah dijamah.
Tantangan Masih Tetap Besar
Namun jalan menuju “deteksi konklusif” masih panjang. Para ilmuwan perlu membuktikan bahwa sinyal yang terekam memang berasal dari materi gelap — bukan artefak eksperimen — dan bahwa hasil itu bisa direplikasi di detektor lain, di lokasi berbeda, dengan kondisi berbeda.
Begitu pula, meskipun detektor super-peka, tidak semua model materi gelap bisa diuji — terutama jika interaksinya sangat jarang atau tidak lewat elektron/nuklei. Maka, pencarian harus terus merambah metode lain: lewat teleskop astronomi, radiasi sinar gamma, gravitasi gelombang, dan teknik lain yang terus berevolusi.
Kesimpulan: Sebuah Titik Awal yang Menjanjikan
Eksperimen QROCODILE mewakili babak baru dalam berburu materi gelap. Dengan suhu hampir nol mutlak dan detektor superkonduktor ultra-peka, para peneliti sampai pada sensitivitas yang dulu dianggap mustahil. Meski hasilnya belum definitif, sinyal-sinyal misterius itu membuka harapan nyata bahwa kita semakin dekat menguak rahasia gelap semesta.
Jika satu saat nanti materi gelap benar-benar “ketahuan”, kita mungkin harus menulis ulang banyak teori tentang alam semesta — tentang bagaimana galaksi terbentuk, bagaimana gravitasi bekerja, dan tentang komposisi kosmos itu sendiri.
Sampai saat itu tiba, eksperimen seperti QROCODILE adalah harapan paling konkret kita terhadap kegelapan semesta. Dan setiap detik pengamatan di suhu -273 derajat Celcius menghitung — karena bisa saja, pada suatu saat, kita akhirnya “melihat” yang tak pernah bisa dilihat sebelumnya.
Daftar Pustaka
Baudis, L., Bismark, A., Brugger, N., Capelli, C., Charaev, I., Cuenca GarcÃa, J., Hadas, G. D., Hochberg, Y., Hohmann, J. K., Kavner, A., Koos, C., Kuzmin, A., Lehmann, B. V., Nägeli, S., Neupert, T., Penning, B., RamÃrez GarcÃa, D., & Schilling, A. (2025). First Sub-MeV Dark Matter Search with the QROCODILE Experiment Using Superconducting Nanowire Single-Photon Detectors. Physical Review Letters. (sebagaimana dilaporkan via media ilmiah dan publikasi proyek).
SciTechDaily. (2025, November 27). A Chilling Experiment Near Absolute Zero Finds Hints of Dark Matter. Diakses dari https://scitechdaily.com/a-chilling-experiment-near-absolute-zero-finds-hints-of-dark-matter/ SciTechDaily
ScienceDaily. (2025, September 16). Strange signals at absolute zero hint at dark matter’s secrets. Diakses dari https://www.sciencedaily.com/releases/2025/09/250915202843.htm
